Lapas Jember Gandeng SMKN 2 Tularkan Ilmu Konstruksi Bangunan ke Warga Binaan Pemasyarakatan

Jember, Memorandum.co.id – Sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Jember mengikuti Pelatihan Keterampilan Kemandirian Bersertifikat bidang konstruksi bangunan dan pertukangan kayu selama 12 hari. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember bekerja sama dengan SMKN 2 Jember.

Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Jember pukul 10.00 WIB dan diikuti 20 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Jember. Kegiatan dibuka oleh Kalapas Hasan Basri dengan dihadiri oleh Slamet Supartono sebagai Kepala Bidang Pelayanan Tahanan Kesehatan Rehabilitasi Pengelolaan Benda sitaan Barang Rampasan Negara dan Keamanan Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur serta Kepala SMKN 2 Jember Suprihartono (Cak Bey) didampingi Kepala Seksi Giat Agus Yanto.

Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Hasan Basri mengatakan, kerjasama pelatihan menggandeng SMK Negeri 2 Jember ini dalam rangka mewujudkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar mempunyai keahlian/keterampilan (life skill) sehingga bisa diterapkan ketika di masyarakat nanti.

Dalam kesempatan ini pula, Kalapas berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan pelatihan dengan semaksimal mungkin dan benar-benar menyerap ilmu yang diberikan para instruktur dengan baik.

“Berharap ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk menopang ekonomi keluarga mereka di rumah kalau sudah menjalani hukuman dengan harapan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” pungkas Hasan Basri.

Sementara, Kepala SMKN 2 Jember, Suprihartono meminta kepada para peserta pelatihan untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh instruktur (guru) untuk bekal ketika sudah keluar.

“Ilmu dan keahlian dasar perihal kontruksi bangunan dan pertukangan, yang hendak diberikan pada warga binaan pemasyarakatan lapas jember, selama 12 hari kedepan bisa menjadi bekal mereka ketika sudah keluar,” kata Cak Bey.

Lanjut Cak Bey, selain bidang konstruksi bangunan dan pertukangan serta desain bangunan, masih banyak bidang lagi keilmuan yang sangat cocok untuk warga binaan yakni ada Otomotif dan desain fashion dan tata boga untuk perempuan.

“Dengan keilmuan dan skill yang didapat selama mengikuti pelatihan, bisa menjadi modal berharga untuk bisa bekerja dan berkarya ditengah masyarakat demi menopang ekonomi keluarga,” beber Cak Bey